
PEMELIHARAAN LINGKUNGAN SALINGKA MARAPI BERDADASARKAN KEARIFAN LOKAL
Pada Hari Kamis 1 Januari 2026 telah terselenggara pertemuan KAN Nagari Lasi dengan Pengurus lkatan Keluarga Ampek Angkek Tjanduang Kota Padang bertempat di Gedung IKAT Jln Talang Betutu No 20 B Air tawar Timur Padang.
Pertemuan bertema Pemeliharaan Lingkungan Selingkar Marapi berdasar Kearifan Lokal dihadiri Ketua KAN Lasi AKBP Dr Jamalul Ihsan, Ketua IKAT Padang H Marjanis, MPd, dan para perantau dari 10 Nagari di Padang. Turut hadir Prof Dedi P Putra dari Unand dan HZ Dt Bagindo Kali dari DHD 45 Sumbar serta utusan 6 Nagari Canduang Koto Laweh, Lasi, Bukikbatabuah, Pasia, Ampang Gadang danbBalaigurah.
Tujuan pertemuan menggali kearifan lokal untuk mengantisipasi Bencana Alam Galodo yang menimbulkan korban jiwa, dan kerusakan infra struktur dasar, kerusakan sawah ladang, kehilangan mata pencaharian penduduk.
Dipilihnya KAN Nagari Lasi sebagai Prototype Masyarakar Adat, karena KAN Lasi telah menggerakkan Anak Nagari melestarikan alam sejak Pasca Galodo Marapi Bulan Mei 2024, 18 bulan lalu. Masyarakat Sumbar membutuhkan Nagari percontohan Gerakan Akar Rumput untuk mengantisipasi Deforestasi sebagai penyebab Galodo di Sumatera Barat serentak di 3 propinsi di Sumatera sebulan lalu.
Praktek Nagari Lasi yang sudah melakukan pelestarian alam gunung Marapi sebelum orang lain memikirkannya; perlu diadaptasi oleh Nagari Nagari lain. Dengan paparan Ketua KAN Lasi untuk pertama di IKAT Padang dapat menjadi contoh 10 Nagari di Kecamatan Candung dan Kecamatan Ampek Angkek itu.
Dalam ceramahnya Ketua KAN Lasi telah mminta fatwa kepada Limbago Adat Ninikmamak Nan Sapuluah tentang Filisofi dan Kebijakan Ninikmamak untuk dijadikan acuan. Telah dilakukan Buek Arek sebagai praktek hukum adat melarang berburu hewan tertentu, menebang kayu tertentu serta menanami hutan bukit dan lembah dengan tanaman tertentu. Berikut penerapan sanksi Adat bagi para perambah hutan.
Untuk penghijauan kembali telah dikembangkan bibit tanaman tua yang dibagikan secara GRATIS kepada setiap kaum, murid sekolah dan pesantren, termasuk pasangan yang hendak menikah.
Begitu menariknya paparan AKBP Dr Jamalul lhasan didepan didepan forum perwakilan nagari nagari, pengurus IKAT mengusulkan agar paparan ini disampaikan langsung kepada pucuk pimpinan 10 Nagari, termasuk Pengurus KAN agar dapat diteruskan ke setiap Nagari.
Pada pertemuan Itu disepakati Paparan Ketua KAN Lasi akan disampaikan pada forum yang lebih besar untuk 50 peserta bertempat di Balai Adat KAN Lasi hari Sabtu 18 Januari 2026. Rincian peserta pertemuan 10 Ketua KAN, 10 Walinagari, 10 Ketua Bamus, 8 Perantau dan 12 Pengurus IKAT Padang.
Dari langkah langkah yang dilakukan KAN Lasi bersama Pengurus IKAT Padang, diharapkan Gerakan Pelestarian Alam ini secara bertahap berkembang ke ngagari Nagari Selingkar Gunung Marapi di wilayah Agam dan Tanah Datar.




Leave a Reply